Selasa, 14 Februari 2017

Story My Life terjemahan Bahasa Indonesia

Tertulis di dinding ini 
Kisah-kisah yang tak bisa kujelaskan

Kubiarkan hatiku terbuka 

Tapi tetap saja kosong berhari-hari


Pagi iitu dia bilang padaku 

Dia merasa ada yang berbeda dengan kami

Rasanya saat aku mati 

Kata-kata ini akan tertulis di nisanku


Dan malam ini aku kan pergi 

Tanah yang kupijak terbuka lebar

Selama ini aku berpegangan terlalu erat

Tanpa ada yang menghalangi


Kisah hidupku, kuantar dia pulang

Kuberkendara sepanjang malam tuk menghangatkannya dan waktu..

Membeku (Kisah, kisah)

Kisah hidupku, aku memberinya harapan

Kuhabiskan cintanya hingga tandas

Kisah hidupku (kisah, kisah)


Tertulis di dinding ini

Warna-warni yang tak bisa kuubah

Kubiarkan hatiku terbuka 

Tapi tetap saja di sini di dalam sangkarnya


Aku tahu bahwa kini di pagi hari
Kan kulihat kita di dalam cahaya di atas bukit

Meski aku hancur, hatiku masih belum terjinakkan 

Dan tlah lama kunantikan tibanya saat ini

Tapi kasih mengejarmu seperti mengejar awan



BENARKAH GUNUNG TOBA SUDAH AKTIF???

Medan, 14 Februari 2017
Deli Serdang kembali diguncang gempa dini hari ini. Gempa ketiga tersebut berkekuatan 5,2 SR.Berdasarkan informasi dari situs resmi BMKG, gempa di Deli Serdang ini terjadi pada pukul 03.39 WIB, Selasa (14/2/2017). Pusat gempa berada pada kedalaman 10 Km.Pusat gempa sendiri berada di 3.35 LU-98.50 BT atau 23 Km BaratDaya Deli Serdang. Belum diketahui apakah gempa lanjutan ini menyebabkan kerusakan atau korban.

Sebelumnya diberitakan, gempa pertama di Deli Serdang dengan kekuatan 4,7 SR terjadi pukul 00.11 WIB. Kemudian dilanjutkan gempa kedua pada pukul 00.17 WIB dengan kekuatan 4,2 SR.Titik gempa pertama berada di di 3.37 LU dan 98.51 BT atau di darat, 22 kilometer Barat Daya, Kabupaten Deli Serdang. Selain Deli Serdang, gempa juga dilaporkan terasa di Medan, Berastagi, Sibolangit, Tuntungan dan Binjai. (sumber _Detik News Selasa 14 Feb 2017)

Belakangan ini gempa kerap kali terjadi di kota medan, seperti kita ketahui bahwa sumber gempa selalu berasal dari titik yang sama atau hampir sama, sehingga dimasyarakat awam banyak bermunculan cerita bahwa gempa yang sering terjadi akibat dari meningkatnya aktifitas gunung toba. seperti yang di utarakan bapak Sembiring seorang pensiunan Guru ketika kami berbincang bincang tentang makin seringnya gempa yang terjadi di sumatra Utara ini.

seperti yang sering kita baca dibergai sumber di google, seperti WIKIPEDIA

Bukti ilmiah

Pada tahun 1939, geolog Belanda Van Bemmelen melaporkan, Danau Toba, yang panjangnya 100 kilometer dan lebarnya 30 kilometer, dikelilingi oleh batu apung peninggalan dari letusan gunung. Karena itu, Van Bemmelen menyimpulkan, Toba adalah sebuah gunung berapi. Belakangan, beberapa peneliti lain menemukan debu riolit (rhyolite) yang seusia dengan batuan Toba di Malaysia, bahkan juga sejauh 3.000 kilometer ke utara hingga India Tengah.
Beberapa ahli kelautan pun melaporkan telah menemukan jejak-jejak batuan Toba di Samudra Hindia dan Teluk Benggala. Para peneliti awal, Van Bemmelen juga Aldiss dan Ghazali (1984) telah menduga Toba tercipta lewat sebuah letusan mahadahsyat. Namun peneliti lain, Vestappen (1961), Yokoyama dan Hehanusa (1981), serta Nishimura (1984), menduga kaldera itu tercipta lewat beberapa kali letusan. Peneliti lebih baru, Knight dan sejawatnya (1986) serta Chesner dan Rose (1991), memberikan perkiraan lebih detail: kaldera Toba tercipta lewat tiga letusan raksasa.
Penelitian seputar Toba belum berakhir hingga kini. Jadi, masih banyak misteri di balik raksasa yang sedang tidur itu. Salah satu peneliti Toba angkatan terbaru itu adalah Fauzi dari Indonesia, seismolog padaBadan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Sarjana fisika dari Universitas Indonesia lulusan 1985 ini berhasil meraih gelar doktor dari Renssealer Polytechnic InstituteNew York, pada 1998, untuk penelitiannya mengenai Toba.

Berada di tiga lempeng tektonik

Letak Gunung Toba (kini: Danau Toba), di Indonesia memang rawan bencana. Hal ini terkait dengan posisi Indonesia yang terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik, yakni Eurasia, Indo-Australia dan Lempeng Pasifik. Sebanyak 80% dari wilayah Indonesia, terletak di lempeng Eurasia, yang meliputi SumateraJawaKalimantanSulawesi dan Banda.
Lempeng benua ini hidup, setiap tahunnya mereka bergeser atau menumbuk lempeng lainnya dengan jarak tertentu. Lempeng Eurasia yang merupakan lempeng benua selalu jadi sasaran. Lempeng Indo-Australiamisalnya menumbuk lempeng Eurasia sejauh 7 cm per tahun. Atau Lempeng Pasifik yang bergeser secara relatif terhadap lempeng Eurasia sejauh 11 cm per tahun. Dari pergeseran itu, muncullah rangkaian gunung, termasuk gunung berapi Toba.
Jika ada tumbukan, lempeng lautan yang mengandung lapisan sedimen menyusup di bawahnya lempeng benua. Proses ini lantas dinamakan subduksi atau penyusupan.
Gunung hasil subduksi, salah satunya Gunung Toba. Meski sekarang tak lagi berbentuk gunung, sisa-sisa kedasahyatan letusannya masih tampak hingga saat ini. Danau Toba merupakan kaldera yang terbentuk akibat meletusnya Gunung Toba sekitar tiga kali yang pertama 840 ribu tahun lalu dan yang terakhir 74.000 tahun lalu. Bagian yang terlempar akibat letusan itu mencapai luas 100 km x 30 km persegi. Daerah yang tersisa kemudian membentuk kaldera. Di tengahnya kemudian muncul Pulau Samosir.

Letusan

Sebelumnya Gunung Toba pernah meletus tiga kali.
  • Letusan pertama terjadi sekitar 800 ribu tahun lalu. Letusan ini menghasilkan kaldera di selatan Danau Toba, meliputi daerah Prapat dan Porsea.
  • Letusan kedua yang memiliki kekuatan lebih kecil, terjadi 500 ribu tahun lalu. Letusan ini membentuk kaldera di utara Danau Toba. Tepatnya di daerah antara Silalahi dengan Haranggaol. Dari dua letusan ini, letusan ketigalah yang paling dashyat.
  • Letusan ketiga 74.000 tahun lalu menghasilkan kaldera, dan menjadi Danau Toba sekarang dengan Pulau Samosir di tengahnya.
Gunung Toba ini tergolong Supervolcano. Hal ini dikarenakan Gunung Toba memiliki kantong magma yang besar yang jika meletus kalderanya besar sekali. Volcano biasa rata-rata kalderanya ratusan meter, sedangkan Supervolcano dapat mencapai puluhan kilometer.
Yang menarik adalah terjadinya anomali gravitasi di Toba. Menurut hukum gravitasi, antara satu tempat dengan lainnya akan memiliki gaya tarik bumi sama bila mempunyai massa, ketinggian dan kerelatifan yang sama. Jika ada materi yang lain berada di situ dengan massa berbeda, maka gaya tariknya berbeda. Bayangkan gunung meletus. Banyak materi yang keluar, artinya kehilangan massa dan gaya tariknya berkurang. Lalu yang terjadi up-lifting (pengangkatan). Inilah yang menyebabkan munculnya Pulau Samosir.
Magma yang di bawah itu terus mendesak ke atas, pelan-pelan. Dia sudah tidak punya daya untuk meletus. Gerakan ini berusaha untuk menyesuaikan ke normal gravitasi. Ini terjadi dalam kurun waktu ribuan tahun. Hanya Samosir yang terangkat karena daerah itu yang terlemah. Sementara daerah lainnya merupakan dinding kaldera.
seperti yang disangkakan Bapak Sembiring tersebut sebenarnya Pemerintah telah mengetahui jika Raksasa Toba itu telah bangkit dari tidurnya, Namun demi ketertiban Nasional, pemerintah kerap menutupinya. masih dari sumber yang sama, beliau berkata jika memang betul Raksasa Toba itu telah bangun dari tidurnya mungkin itu akan menjadi bencana terbesar di Bumi Pertiwi ini bahkan menjadi Bencana terbesar di dunia.
Pertanyaan yang muncul dalam benak kita : Benarkah GUNUNG TOBA aktif Kembali? 
hanya pemerintah yang diwakili BMKG dan Tuhan yang tau.

(DARLING DJULIUS HUTABARAT) 

Jumat, 10 Februari 2017

Kesaktian Leluhur yg sudah lebur Part III

Kesaktian leluhur jilid III
Medan, 8 february 2017
Konon, setiap pemuda Batak yg merantau itu harus memiliki kesaktian supaya di perantauan dia bisa bertahan baik berupa spritual, pengobatan maupun bela diri.
Berbeda dengan pemuda yg 1 ini, beliau sering di panggil AP di kampung halamanya. Bermodalkan niat yg tulus serta tekad yg kuat, beliau merantau ke sebuah daerah / kota. 
Ternyata di tempat perantauanya sedang terjadi munmen (mutah menceret). Karna di daerah itu tenaga medis masih belum ada semua pengobatan hanyabdi tangani orang pintar atau yg biasa di sebut datu. Namun sang datu tak dapat mengobati penyakit tersebut, maka muncullah ide dr penduduk setempat untuk membawanya ke tempat si pemuda td, karna mereka meyakini si pemuda itu memiliki kesaktian. Sesampainya di rumah kos si pemuda itu mereka mendesak pemuda itu untuk mengobati yg sakit tersebut. Namun dengan jujur si pemuda mengatakan dia tidak dapat mengobati. Namun masyarakat dsana tidak langsung percaya, mereka mendesak agar si pemuda bermurah hati dan mau mengobati mereka maka masyarakat dsana akan memberikan kepadanya hamoraon, hasangapon sertahagabeon (di jodohkan dengan anak perempuan raja setempat).
Si pemudavtak dapat berbuat apa apa, sehingga dia menyuruh keluarga yg sakit untuk mengumpulkan beberapa dedaunan dan biji bijian sebagai pulungan (karna si pemuda tersebut pernah munmen di kampung dan di obati oppungnya, pulungan itu sebenarnya adalah obat alami munmen). Setelah keluarga yg sakit membawa pulungan tersebut, si pemuda minta ijin untuk membacakan mantra. (Mantra biasanya di bacakan dengan komat kamit)
Mantra si pemuda sbb ; 'baba ni amam ma, baba ni inam, sai di paksa hamu au mangubati hape so datu au'
Setelah mengucapkan mantra tersebut, si pemuda menyuruh mereka merebus ramuan itu seperti yg oppungnya lakukan waktu mengobati dia.
3 hari kemudian, semua yg sakit sudah sembuh kembali. Maka masyarakat dsana memberikan apa yg telah di janjikan.
Sumber cerita : Op. Glori Hutabarat.
Ntah ini hanya sebuah dongeng sebelum tidur atau sebuah kenyataan.

Kesaktian Leluhur yg sudah lebur Part II

Kesaktian Leluhur yg sudah lebur Part II
Medan, 7 February 2017
Konon Guru adalah sebauh nama yg si sematkan pada seseorang yg mempunyai kesaktian yg melebihi Rata-rata seperti Guru Teteabulan yg merupakan anak dari siraja Batak.
Dalam perjalanan marga Hutabarat juga memiliki beberapa orang guru yg merupakan leluhur kami (hutabarat partali sian Hubu).
Berawal dari generasi ke 7 dari si Raja batak dia adalah Guru Mangaloksa anak ke 2 dari Raja Hasibuan.
Yg ke 2 adalah 'Guru Hinobaan' atau biasa di sebut hutabarat partali.
Ke 3 adalah Guru Hasahatan yg merupakan anak dr Guru hinobaan.
Dan setelah beberapa generasi setelah itu tidak ada lagi yg memakai nama Guru dalam namanya. Sampai generasi Ke 14 barulah ada yg memakai nama guru lagi, beliau adalah Gr. A. Hutabarat (Op.Gloria)
Dari ke 5 guru di atas 4 diantaranya adalah orang orang yg sakti mandraguna.
Namun berbeda dengan Guru A Hutabarat, beliau tidak memiliki kesaktian seperti leluhurnya. Namun nama guru yg di sematkan pada namanya adalah Guru Injil (parhangir klo di gereja lain). Beliau adalah salah seorang tokoh yg membawa dan mengajarkan aliran Kharismatik di daerah Pagaranlambung. Dan dia mendirikan Gereja Pentakosta indonesia di desa Pagaranlambung III dsn. Sitorngom pada tahun 1972.
Bersambung tu Kesaktian Leluhur yg sudah lebur Part III

Kesaktian Leluhur yg sudah lebur Part I

Kesaktian Leluhur yg sudah lebur
Medan, 6 february 2017
Op.Bonsak Hutabarat atau yg lebih di kenal dengan nama panggilan 'Pangalisik' adalah keturunanaSiraja Nabarat/ Hutabarat generasi ke 9 atau biasa di sebut Hutabarat No 9 dari anak nya Raja Pohan, dari raja pohan keturunan dari Guru Hinobaan (Partali), dan dari Guru Hasahatan. Guru hasahatan Memperanakkan Op.Niudur (konon ceritanya op.Niudur pindah dari bona pasogit/hurabarat di rura silindung ke tanah yg bernama 'Hubu') dengan berbekal Ilmu yg di dapat dari Guru Hasahatan, Op. Niudur tergolong orang yg sakti mandaguna baik dari segi spritual, pengobatan hingga bela diri (moncak). Setelah menjelang akhir hayatnya beliau menurunkan semua ilmunya pada anaknya. Demikian ilmu itu di turunkan turun temurun. Hingga sampailah pada Op.Monsak (Pangalisik). Di tangan Pangalisik ilmu itu di kembangkan lagi karena berbekal pengajaran dr hula-hula i Raja Bagariang. Konon menurut cerita dari bapa tua saya alm. Op.Rianto, pangalisik adalah hutabarat paling sakti yg berasal dari Hubu. Namun ntah kenapa Pangalisik tak pernah menurunkan seluruh ilmunya pada anaknya satu satunya. Dan beberapa generasi setelah Pangalisik yg sakti mandraguna itu, kini ilmu yg dia miliki tinggal sebuah cerita.
Sumber cerita : Alm. St. K. Hutabarat / Op. Rianto.
Molo adong na salah, ajari hamu au asa rap mangantusi hita.

Raja Padoha

Mitologi Batak tentang Gempa atau yg biasa di sebut suhul di tahah batak.
Dahulu kala sebelum bumi ini utuh seperti sekarang ini. Seorang putri dari kayangan bernama ; siboru Deak Parujar turun ke bumi dengan menggunakan ulos hasiltenunanya sebagai tali karena tidak mau di jodohkan dengan Raja Odap odap yg memiliki bentuk tubuh tidak sempurna.
Di bumi dia tinggal menyendiri di setumpuk tanah yg di berikan oppu mula jadi na bolon. Sementara di banua toru ( bumi bagian bawah) telah berkuasa Naga padoha (mitologi bali) atau Raja Padoha (mitologi batak). Dan naga padoha di beri kuasa oleh oppu mula jadi na bolon untuk mengganggu tempat siboru deak parujar . Sehingga tanah yg di pijak siboru deak parujar Goyang. siboru deak parujar marah & menantang si Raja Padoha untuk menampakkan diri. si raja padoha pun menampakkan diri & jatuh cinta pada siboru deak parujar, dan si raja padoha mulai PDKT sama siboru deak parujar. Sementara si deak parujar yg dr awalnya tidak mau menikah mengatur siasat supaya si naga padoha tidak mengganggu dia lagi.
Akhirnya dengan kecantikan & kepintaran siboru deak parujar pun berhasil memperdaya si raja padoha dan memasungnya di banua toru.
Akhirnya Oppu mula jadi nabolon menyuruh siraja odap-odap turun ke bumi untuk menjumpai si boru deak parujar & mereka pun menikah setelah si boru deak parujar menyadari "Jomblo itu gak Enak". Sementara si Raja Padoha yg menyadari dirinya telah di perdaya berusaha meronta dr Pasunganya & ketika dia meronta maka terjadilah SUHUL / GEMPA.
mitologi ini beberapa kali di ceritakan alm. Gr. A Hutabarat pada ku waktu kecil. Mungkin dalam kisah mitologi yg saya coba tuliskan ada terjadi kekeliruan.
Alani i sampulu jari jari pasampusadahon simanjujung mangido maaf au tu angka dongan Bangso Batak molo tung pe adong na hurang lengkap manang agak salah otik.
Mauliate
Sian au : Darling Djulius Hutabarat

ISTIRAHATLAH KATA-KATA

ISTIRAHATLAH KATA-KATA
Wiji Thukul

istirahatlah kata-kata
jangan menyembur-nyembur
orang-orang bisu

kembalilah ke dalam rahim
segala tangis dan kebusukan
dalam sunyi yang mengiris
tempat orang-orang mengingkari
menahan ucapannya sendiri

tidurlah kata-kata
kita bangkit nanti
menghimpun tuntutan-tuntutan
yang miskin papa dan dihancurkan

nanti kita akan mengucapkan
bersama tindakan
bikin perhitungan

tak bisa lagi ditahan-tahan

solo, sorogenen,

12 agustus 1988

DI NEGERI AMPLOP

"Di Negeri amplop *by : GUSMUS"
Aladin menyembunyikan lampu wasiatnya “malu”
Samson tersipu – sipu, rambut keramatnya ditutupi topi “rapi – rapi”
david coverfil dan rudini bersembunyi “rendah diri”
entah, andai Nabi Musa bersedia datang membawa tongkatnya
amplop – amplop di negeri amplop mengatur dengan teratur
Hal – hal yang tak teratur menjadi teratur
Hal – hal yang teratur menjadi tak teratur
Memutuskan putusan yang tak putus
Membatalkan putusan yang sudah putus
Amplop – amplop menguasai penguasa
dan mengendalikan orang – orang biasa
amplop – amplop membeberkan dan menyembunyikan
mencairkan dan membekukan
mengganjal dan melicinkan
Orang bicara bisa bisu
Orang mendengar bisa tuli
Orang alim bisa nafsu
Orang sakti bisa mati
Di negri amplop, amplop – amplop mengamplopi apa saja dan siapa saja

AKTIVIS

AKTIVIS (Buat Kamu yg mersa Aktivis)
By : Deky Budi, Surabaya
Katamu kamu bersemangat tinggi
Kenyataanya , kamu memang pemberani
Katamu pula kalian terorganisasi
Mengapa hanya sebesar korek api
Mengapa tak meniru matahari
Yang sanggup menyinari seluruh negeri
Apakah yang kalian cari
Apa hanya untuk mencari sensasi
Apa benar , keadilan yang kalian cari
Atau sekedar muslihat untuk dapatkan posisi
Ada jabatan , mungkin terendus bisa ditempati
Dari seseorang yang menawari
Mobilisasi masa melakukan demonstrasi
Meneriakan ketidak adilan terjadi
Membela rakyat tertindas republik ini
Setia memperjuangkan dan tak takut mati
Sebagai senjata terdepan , suara rakyat terwakili
Semestinyalah berdasarkan hati , tak pernah berhenti

WAKTU

Waktu
Medan, 10 February 2017
Aku terperangkap oleh waktu, dmana waktu mempermainkan perjalanan ku
Terkadang.... Ku lupa akan waktu
Hingga kusadar aku harus mengejar waktu
Waktu....
Kau baiakan momok bagiku
Hilang sudah masa mudaku
Hilang sudah mimpi indah saat sekolahku
Aku di bawa waktu kepada kesia siaan
Dimana semua yg sindah dulu
Waktu .....
Mengajarkanku 'Realistis'
Hingga aku lupa dulu aku begitu idealis
Waktu ... Sampai kapan kah kita bersama?
Adakah yg masih kau sisakan dr masa mudaku nanti?????